Tokoh Tokoh Terkenal Paling Berpengaruh,Indonesia Juga ada loh!
1. William Henry Gates III
Ayahnya William Henry Gates adalah seorang pengacara perusahaan yang punya banyak relasi di kota. Sedangkan ibunya Mary Maxwell seorang pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell dan anggota Tingkat Nasional United Way.
Bill Gates seorang anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mengalami kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan pada dirinya dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.
Ayahnya William Henry Gates adalah seorang pengacara perusahaan yang punya banyak relasi di kota. Sedangkan ibunya Mary Maxwell seorang pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell dan anggota Tingkat Nasional United Way.
Bill Gates seorang anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mengalami kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan pada dirinya dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.
Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Bill Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu.
Dia dengan cepat menguasai BASIC, sebuah bahasa pemograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside.
Dia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer.
“Dia adalah seorang eksentrik,” sebagaimana salah seorang guru memberikannya julukan itu. Bill Gates menempuh kuliah di Harvard University di Cambridge mulai tahun 1975.
Di sana ia bertemu dengan Paul Allen sewaktu sekolah bersama-sama. Bersama Paul Allen, Bill Gates terus mengembangkan talentanya di bidang pemograman komputer. Namun, Bill gates memutuskan keluar (drop out) untuk menyumbangkan wakunya ke Microsoft.
Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Bill Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu.
Dia dengan cepat menguasai BASIC, sebuah bahasa pemograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside.
Dia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer.
“Dia adalah seorang eksentrik,” sebagaimana salah seorang guru memberikannya julukan itu. Bill Gates menempuh kuliah di Harvard University di Cambridge mulai tahun 1975.
Di sana ia bertemu dengan Paul Allen sewaktu sekolah bersama-sama. Bersama Paul Allen, Bill Gates terus mengembangkan talentanya di bidang pemograman komputer. Namun, Bill gates memutuskan keluar (drop out) untuk menyumbangkan wakunya ke Microsoft.
2. Donal Trump
Donald John Trump adalah pebisnis, tokoh televisi realita, politikus, dan Presiden Amerika Serikat ke-45. Sejak 1971, ia memimpin The Trump Organization, perusahaan induk utama untuk semua usaha properti dan kepentingan bisnis lain miliknya.
3. Mark Elliot Zuckerberg
Nama Mark tenar dikenal sebagai salah satu pendiri jejaring sosial populer Facebook. Dia sendiri adalah ketua dan CEO dari Facebook saat ini.
Mark sendiri terkenal sebagai anak pintar yang pandai dalam sastra klasik dan fasih dalam empat bahasa. Hobi mengutak-atik program perangkat lunak pun sudah dijabaninya sejak remaja.
Mark lalu melanjutkan sekolah di Harvard. Dia mengambil jurusan ilmu komputer dan sosiologi. Di tahun kedua, dia membuat sebuah program bernama Facemash, sebuah program iseng-iseng yang membuat para mahasiswa Harvard dapat memberikan suara untuk foto mahasiswa lain berdasarkan kemenarikan foto tersebut.
Dalam beberapa hari program itu ditutup, namun menjadi template Facebook, sebuah program baru yang diluncurkannya dari kamar asramanya. Dengan bantuan teman, dia menyebarkan Facebook ke kampus lain dan kemudian ke seluruh dunia.
Pada tahun 2010, Facebook telah memiliki kurang lebih 500 juta pengguna di seluruh dunia. Sejak tahun 2010, Mark telah disebut-sebut sebagai salah satu dari 100 orang terkaya dan paling berpengaruh di dunia dalam Person of the Year majalah TIME. Bahkan kisah hidupnya pun dijadikan inspirasi dalam sebuah film berjudul The Social Network
4. Bertie Charles Forbes
Bertie Charles Forbes adalah seorang jurnalis finansial dan penulis kelahiran Skotlandia, yang mendirikan Majalah Forbes. Forbes dilahirkan di New Deer, Aberdeenshire, Skotlandia.
Pada tahun 1967, Bob bersama keluarga kembali ke Indonesia dengan membawa serta 2 mercedes miliknya produksi tahun 1960-an demi membeli sebidang tanah di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Dan mobil satunya disimpan olehnya. Setelah menetap dan tinggal di bilangan Kemang, Bob memutuskan untuk keluar dar pekerjaannya dan memiliki tekad besar untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakukan oleh Bob setelah memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebelumnya adalah menyewakan mobilnya dan dia sendiri menjadi sopirnya. Sangat disayangkan,suatu saat Bob mengalami kecelakaan dan menyebabkan mobilnya rusak parah. Karena tidak memiliki uang sepersenpun, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gaji yang hanya Rp.100 menyebabkan dia sempat depresi oleh tekanan hidup.
Suatu ketika, seorang kawannya menawarkan untuk berjualan telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialami. Bob mulai tertarik dan mulai mengembangkan bisnis tersebut dengan jalan mengembangkan usaha peternakan ayam. Dengan cara menjual dari pintu ke pintu, Bob mengenalkan barang dagangannya yang hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat di kawasan Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri.
5.Soichiro Honda
Soichiro Honda adalah pendiri perusahaan otomotif raksasa Honda Motor Company, Ltd. yang saat ini merupakan perusahaan global. Beliau merupakan seorang industrialis Jepang yang dilahirkan di Hamamatsu, Shizuoka, Jepang pada 17 November 1906 dan meninggal pada 5 Agustus 1991. Honda menghabiskan masa kecilnya membantu ayahnya dalam bisnis reparasi sepeda. Pada saat 15 tahun, tanpa pendidikan formal, Honda pindah ke Tokyo untuk mencari kerja. Dia bekerja magang di sebuah bengkel pada 1922, dan setelah mempertimbangkan pekerjaannya, ia tetap bekerja di sana selama enam tahun lagi sebelum kembali ke kampung halamannya untuk memulai usaha reparasi mobilnya pada 1928 dalam usia 22 tahun.6. Warren Edward Buffett
Warren Edward Buffett adalah seorang pengusaha Amerika Serikat yang diakui sebagai salah satu investor tersukses di dunia. Ia berhasil mengumpulkan kekayaan yang berlimpah berkat kemampuan dan kepandaiannya dalam berinvestasi melalui perusahaan konglomerasi (holding company) Berkshire Hathaway. Karena keahliannnya tersebut, ia mendapat berbagai julukan seperti "Wizard of Omaha", "Oracle of Omaha", atau "Sage of Omaha".
Pria kelahiran 30 Agustus 1930 ini berkuliah di Wharton Business School di University of Pennsylvania selama dua tahun, yaitu dari tahun 1947 hingga 1949. Di tahun 1950, ia menempuh pendidikan di University of Nebraska–Lincoln dan berhasil lulus di bidang administrasi bisnis. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Benjamin Grahamdi Columbia University setelah ia tahu bahwa Benjamin Graham dan David Dodd yang merupakan analis keuangan terkemuka kala itu mengajar di sana. Buffett lulus dari Columbia University pada tahun 1951 dengan meraih gelar Master of Science di bidang ekonomi. Setelah ia lulus, ia bekerja di perusahaan ayahnya, Buffett-Falk & Co. di Omaha dari tahun 1951 hingga 1954. Ia kemudian bekerja di Graham-Newman Corp. di New York yang merupakan perusahaan milik Benjamin Graham, mantan profesornya di Columbia Business School sebagai analis sekuritas selama dua tahun (1954–1956). Lalu, di tahun 1956–1969, Buffett bekerja sebagai mitra umum di Buffett Partnership, Ltd., Omaha. Selanjutnya ia menduduki jabatan sebagai Ketua dan CEO Berkshire Hathaway Inc. di Omaha dari tahun 1970 sampai sekarang.
Selain dikenal sebagai investor kakap, Buffett juga dikenal sebagai seorang filantropis. Di tahun 2006 ia menyumbangkan hampir 85% kekayaannya kepada beberapa yayasan amal yang salah satunya adalah Bill and Melinda Gates Foundation yang dimiliki oleh Bill Gates. Di tahun-tahun selanjutnya, ia juga kerap terlibat dalam berbagai kegiatan amal. Pada tahun 2011, Buffett menerima Presidential Medal of Freedom, penghargaan tertinggi bagi rakyat sipil di Amerika Serikat, yang diserahkan langsung oleh Presiden Barrack Obama atas aksi filantropi yang dilakukannya sepanjang tahun.
Berkat kesuksesannya di bidang investasi, majalah Forbes menempatkan Warren Buffett di urutan pertama dalam daftar Orang Terkaya di Dunia tahun 2008 dengan total kekayaan sebesar US$ 62 milyar. Saat itu ia mampu menggeser posisi Bill Gates, pendiri Microsoft, yang selama 13 tahun berturut-turut selalu berada di posisi puncak. Di tahun 2012, Buffett juga kembali masuk dalam daftar tersebut, hanya saja kali ini ia berada di peringkat ketiga dengan kekayaan sebesar US$ 44 milyar. Jumlah asetnya turun sebanyak US$ 6 milyar akibat turunnya nilai saham Berkshire sebesar 7%.
7. Winston Leonard Spencer-Churchill
Sir Winston Leonard Spencer-Churchill adalah seorang politisi, perwira militer, dan penulis Britania Raya. Ia merupakan Perdana Menteri Britania Raya dari tahun 1940 hingga 1945, ketika ia memimpin Britania meraih kemenangan dalam Perang Dunia Kedua, dan menjabat lagi dari tahun 1951 hingga 1955.
8. Thomas John Watson
adalah seorang pelopor dalam pengembangan peralatan akuntansi dan komputasi yang saat ini digunakan dalam dunia bisnis, pemerintahan, industri dan ilmu pengetahuan. Beliau membangun industri yang mendunia selama bekerja di IBM dalam waktu 42 tahun.
9. Farrah Grey
adalah pengusaha, investor, penulis, kolumnis, dan pembicara motivasi Amerika. Gray dibesarkan di sisi Selatan Chicago. Dia memulai karir kewirausahaannya pada usia enam tahun menjual lotion buatan sendiri dan batu yang dilukis dengan tangan dari pintu ke pintu.
10. Bob Sadino
panggilan pria kelahiran Lampung 9 Maret 1933 ini. Saat berusia 19 tahun dia mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena dianggap oleh saudara kandung yang lain sudah cukup mapan sehingga harta tersebut diperolehnya di tahun 1958. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan membuatnya singgah di Belanda dan menetap di sana selama kurang lebih 9 tahun. Selama di sana dia bekerja di Djakarta Lylpd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman.
Pada tahun 1967, Bob bersama keluarga kembali ke Indonesia dengan membawa serta 2 mercedes miliknya produksi tahun 1960-an demi membeli sebidang tanah di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Dan mobil satunya disimpan olehnya. Setelah menetap dan tinggal di bilangan Kemang, Bob memutuskan untuk keluar dar pekerjaannya dan memiliki tekad besar untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakukan oleh Bob setelah memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebelumnya adalah menyewakan mobilnya dan dia sendiri menjadi sopirnya. Sangat disayangkan,suatu saat Bob mengalami kecelakaan dan menyebabkan mobilnya rusak parah. Karena tidak memiliki uang sepersenpun, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gaji yang hanya Rp.100 menyebabkan dia sempat depresi oleh tekanan hidup.
Suatu ketika, seorang kawannya menawarkan untuk berjualan telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialami. Bob mulai tertarik dan mulai mengembangkan bisnis tersebut dengan jalan mengembangkan usaha peternakan ayam. Dengan cara menjual dari pintu ke pintu, Bob mengenalkan barang dagangannya yang hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat di kawasan Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri.
Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.
Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.
Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.
Selain mengenalkan telur ayam negeri, Bob adalah orang pertama yang menggunakan perladangan sayur dengan sistem hidroponik di Indonesia yang berkembang hingga sekarang.
Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton. Hal itulah yang membuat Bob yakin dan percaya untuk mengembangkan bisnisnya hingga saat ini.
Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.
Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.
Selain mengenalkan telur ayam negeri, Bob adalah orang pertama yang menggunakan perladangan sayur dengan sistem hidroponik di Indonesia yang berkembang hingga sekarang.
Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton. Hal itulah yang membuat Bob yakin dan percaya untuk mengembangkan bisnisnya hingga saat ini.
Pengusaha nyentrik Bob Sadino ini menghembuskan nafas terakhirnya pada 19 Januari 2015 di RS Pondok Indah, Jakarta.



Comments
Post a Comment